Assalamualaikum,, selamat datang di Blog Hadi Purnama,,Jangan lupa tinggalkan Jejak di kolom komentar yaa,,thanks

KEUTAMAAN RAMADHAN


Hadirin Kaum Muslimin Sidang Jum’at rohimakumullah,,
Untuk menjaga kualitas dan kontinyuitas amal kita dalam bulan Ramadhan ini, marilah kita kembali mengingat janji Allah yang dijanjikan kepada kita, Dengan menghayati apa saja yang akan diberikan Allah SWT kepada kita, maka insya Allah puasa kita akan terasa ringan, sebagaimana kitapun akan lebih bersemangat dalam menjalankan amal kebaikan lainnya di dalam Ramadhan. Mari kita lihat kembali bagaimana sesungguhnya fasilitas yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala kepada mereka yang berpuasa dengan baik di bulan Ramadhan ini.
Fasilitas yang pertama yaitu ampunan dari Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda 

“ Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan penuh pengharapan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu “ (HR Bukhori Muslim).

Tetap Akur di Bulan Ramadhan
Siapa yang tidak bergembira mendapatkan ampunan dari setiap dosa ? Karena sungguh setiap kita tidaklah berjalan di atas muka bumi ini kecuali dengan memanggul dosa yang terus bertambah setiap harinya tanpa kita sadari. Ibaratnya tahanan, maka puasa akan menjadikan kita mendapatkan remisi pembebasan dari penjara dosa. Tentunya dengan dua syarat yang telah disebutkan begitu jelas dalam hadits tersebut, yaitu : dengan penuh keimanan dan pengharapan. Berpuasa dengan sepenuh keikhlasan dan keyakinan, serta mengharap pahala yang agung di sisi Allah SWT,  karena itulah kita harus senantiasa menjaga kualitas puasa kita dari hari ke hari. Menjaganya agar tidak terkotori dengan noda-noda yang akan mengurangi nilai pahala puasa kita.
Fasilitas kedua yang diberikan Allah SWT kepada orang yang berpuasa adalah, bau mulut kita menjadi begitu semerbak mewangi di akhirat nanti. Rasulullah SAW bersabda :
  
“ sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi disisi Allah subhanahu wa ta’ala daripada wangi minyak kesturi” (HR Bukhori)

Mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya mengapa hal semacam ini menjadi kekhususan tersendiri di sisi Allah SWT. Mengapa persoalan bau mulut sampai diungkit dalam janji Allah SWT kepada hamba-Nya yang berpuasa ?. Marilah kita lihat janji ini sebagai isyarat bahwa apapun yang terkait dengan orang yang berpuasa sungguh akan dihargai oleh Allah SWT, bahkan sekalipun yang terkait dengan bau mulut. Logika sederhananya adalah, jika bau mulut saja sudah begitu diperhatikan dan dihargai, maka bagaimana dengan hal-hal lain seputar orang berpuasa ? Keringatnya dalam menahan panas, perjuangannya menahan lapar, tentulah ini semua juga akan berujung kebaikan demi kebaikan di akhirat nanti.
Fasilitas ketiga yang akan didapatkan oleh orang berpuasa di akhirat nanti adalah syafaat atau pembelaan dari amal puasanya. Sebagaimana jelas disebutkan Rasulullah SAW dalam haditsnya

  “Puasa dan al-Qur’an akan memberi syafa’at kepada seorang hamba pada Hari Kiamat. Puasa berkata, ‘Wahai Rabbku, aku telah menghalanginya dari makan dan syahwatnya di siang hari, maka izinkan aku memberi syafa’at kepadanya.’ Al-Qur`an berkata, ‘Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka izinkan aku memberi syafa’at kepadanya” (HR Ahmad)

Subhanallah .. puasa dan bacaan Al-Quran yang sering kita lakukan di bulan Ramadhan ini akan berubah menjadi pembela-pembela kita diakhirat nanti. Memperjuangkan kita dengan memberikan syafaat agar kita terhindar dari fitnah dan siksa perhitungan akhirat. Karena bisa jadi ada amal-amal kebaikan yang belum sempurna tertunaikan, atau dosa yang belum sepenuhnya terlebur, maka syafaat senantiasa masih kita nanti-nantikan, dan ternyata salah satunya bisa berasal dari amal puasa kita.
Fasilitas Keempat: Pintu Surga khusus “Arroyan” bagi orang yang berpuasa
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW memberitahukan kepada kita kemuliaan lain dari orang yang berpuasa , :

“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama Ar-Royyaan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasaakan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Dikatakan kepada mereka,’Di mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut.”(HR Bukhori Muslim)

Jelas sekali bahwa ibadah puasa mempunyai kedudukan tersendiri yang begitu mulia, hingga bagi mereka yang gemar berpuasa dan sukses dalam puasa Ramadhannya mendapatkan pintu khusus yang disebut dengan Arroyan. Tentunya kita semua berharap bisa memasuki surga melalui pintu tersebut, bahkan dalam riwayat lain dikatakan,

“ Allah SWT menghias surga setiap harinya untuk orang yang berpuasa “
Fasilitas Kelima : dua kegembiraan yang akan diberikan Allah bagi orang-orang yang berpuasa.

Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan yaitu kegembiraan ketika dia berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. (HR Bukhori)
Kegembiraan di kampung akhirat berikutnya adalah kesempatan berjumpa dengan Allah SWT. Sungguh sebenarnya inilah puncak dari kebahagiaan dan janji Allah kepada orang yang berpuasa, yaitu mendapatkan kemuliaan tersendiri bertemu dengan Allah azza wa jalla. Amal puasa kita ternyata bisa menjadi tiket tersendiri untuk mendapatkan impian setiap mukmin sejati ini.

Demikian Khutbah singkat ini, marilah bersama kita lanjutkan program Ramadhan dan ibadah puasa kita dengan terus menjaga semangat dan kekhusyukannya. Jangan ada lagi semangat yang mengendur di tengah Ramadhan, apalagi lalai dalam mengisi Ramadhan dengan kebaikan dan terlalu menyibukkan diri dengan persiapan mudik dan lebaran. Mari kita tuntaskan Ramadhan dengan sepenuh kesungguhan dan harapan akan janji-janji Allah sebagaimana telah disebutkan. Semoga kita mendapatkan predikat taqwa serta termasuk golongan minal ‘aaidiin wal faaiziin. Amin ya Robbal ‘aalamiin

0 komentar:

Posting Komentar